mungkin yang sedang kamu alami sekarang sama halnya dengan yang pepatah katakan "bagaikan buah simalakama".
kamu punya dua pilihan dan keduanya saling merugikan namun kamu tetap harus memilih salah satu diantaranya.
sebut saja pilihan A dan pilihan B.
jika kamu memilih pilihan A, kamu akan merugikan dirimu sendiri namun akan membuat oranglain bahagia.
tapi jika kamu memilih pilihan B, kamu akan menyakiti oranglain dan tetap membuatmu sakit namun lebih bahagia daripada kamu memilih pilihan A.
oranglain yang tidak ikut dalam kasus ini mungkin berpikir sebaiknya kamu memilih pilihan A, karena setidaknya ada orang yang bahagia walaupun itu bukan kamu.
mungkin jika aku jadi kamu, untuk saat ini, dan tak tahu sampai kapan, aku juga lebih memilih pilihan A, karena bagaimana pun tidak ada pilihan yang memihak padaku.
mungkin kamu juga bisa memilih pilihan A.
tapi disisi lain kamu pasti bertanya pada dirimu sendiri dan bertanya padaku, kenapa harus kamu yang mengalah?
memang kata orang mengalah itu sangat mulia, namun kenyataan memang tidak semudah itu.
kenapa harus kamu yang mengalah?
kenapa harus kamu yang mengorbankan kebahagiaanmu demi kebahagiaan oranglain?
kenapa kamu juga tidak bisa mendapatkan kebahagiaan?
kalau aku jadi kamu, sangat tentu aku juga akan menanyakan hal yang sama.
aku juga ingin merasakan kebahagiaan.
kalau aku jadi kamu, mungkin sekarang aku memilih pilihan B.
ya, oranglain akan menganggap aku atau kamu -kita- ini egois.
tapi mereka juga harus ingat, pilihan B pun membuatmu menderita.
jadi lebih adil bukan?
tidak ada yang bahagia, semuanya menderita.
adil kan?
lalu apa kamu masih egois?
ya, kalau aku jadi kamu, aku pun merasa diriku egois.
entahlah.
mungkin ya.
tapi aku tidak seegois yang mereka kira.
aku, sampai kapan pun, tidak mau melihat apalagi membuat dia -orang yang ikut menderita dalam pilihan ini- mengalami penderitaan.
aku selalu ingin melihat dia bahagia.
aku ingin selalu melihat dia tertawa.
aku ingin yang terbaik untuk dia.
mungkin aku bodoh dan aku memang bodoh.
tepi demi dia, itu semua akan aku jalani.
aku memilih pilihan B, tapi aku menjalani pilihan A.
kamu juga bisa mengikuti yang aku pilihan yang aku pilih.
karena kamu tahu, aku pun sedang mengalami hal yang sama.
aku yang sebagai aku, memilih pilihan B tapi aku menjalani pilihan A, sampai suatu saat nanti.
sampai disuatu saat yang akan ada pilihan C, yaitu kami akan bahagia bersama lagi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar